gravatar

Miyabi datang di Indonesia


Sejak beberapa minggu terakhir ini, pemberitaan mengenai Maria Osawa
ramai.Ada pihak yang menentang kedatangannya, dan ada pihak yang
sebaliknya. Tiba-tiba saja ada yang merasa paling berkepentingan
dengan kedatangan Miyabi ini. Dia bukan siapa-siapa,
bukan lawan mainnya, produser, maupun sutradaranya. Aneh.
Tapi begitulah, semakin hari di negeri ini semakin aneh.
Lha, teman saya malah ada yang bengong, "Siapa sih, Miyabi?"
Aneh kan, ada yang tak tahu,makhluk apa itu Miyabi, jangan-jangan
dikira semacam shasimi."Kenapa dilarang, katanya kita bangsa
yang ramah,masak sampai mengusir tamu?", teman saya itu masih
berkomentar.
"Emang ke sini mau ngapain?" tanyanya. "Main film," jawab saya.
Teman saya semakin heran, kenapa bintang film blasteran itu dilarang
main film di sini. Saya bilang, kalau artis itu bintang film porno
di negaranya. Teman saya ini baru paham, "Siapa lawan mainnya?"
Hmmm, siapa lawan mainnya? Katanya sih, Dika si penulisnya sendiri.
Tapi berita terakhir dia mundur, kandidat pengganti masih
belum terdengar. Kalau ada casting pasti berjubel deh,
gimana yah kriterianya?
"Hebat ya, kita sudah produksi film seperti itu." Sumpah, teman
saya ini lugu banget.
"Lho, kamu gak tahu, selama ini kita produksi film-film porno,
bintangnya malah ada yang anggota DPR, Bupati atau anak-anaknya.
Cuma aja kurang publikasi."
"Wah, saya kok nggak tahu, ya?" sesal teman saya itu.
"Eh, kamu punya film dia gak?"
"Hmm, gak, gak punya...," jawab saya ngibul.
"Lho, kalau nggak punya, kok posting soal Miyabi?"
"Iseng aja, daripada gak ada kerjaan." Wkkkkkkk wkkkkkkk.

PS. Teman saya tadi terus nyari Miyabi, hingga terbawa mimpi. Yah, Miyabi tambah satu lagi penggemarnya. Datang atau tidak, Miyabi semakin populer. Ketika filmnya jadi diputar di bioskop penonton pada protes, kenapa lihat Miyabi pakai baju aja harus bayar, yang polos aja gratis!