Lambang Garuda Bukan Milik Armani

Kaus oblong buatan perancang mode terkemuka dunia, Giorgio Armani, bikin geger jagat online Indonesia. Pasalnya, di bagian depan dan punggung kaus terbarunya ini, Armani melekatkan gambar burung garuda yang sangat mirip dengan lambang negara Republik Indonesia.
Kemiripan desain kaus bertajuk A|X Studded Eagle ini terlihat dari posisi kepala burung yang menghadap ke kanan. Simbol-simbol yang ada di dada burung juga melukiskan simbol kelima sila Pancasila dengan simbol Bintang berada di bagian tengah.
Meskipun gambar tersebut sudah disamarkan, simbol Padi-Kapas dan simbol Rantai sepintas masih terlihat. Kedua kaki burung di gambar kaus itu juga mencengkeram papan tulisan, tidak ubahnya lambang negara Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika di bawahnya. Adapun simbol Kepala Banteng dan Pohon Beringin diganti dengan huruf A dan X, merujuk pada konsep desain A|X Studded Eagle.
Kaus tanpa kerah dengan ukuran body fit ini dirilis oleh A|X Armani Exchange, salah satu label milik Armani yang ditujukan untuk pangsa pasar anak-anak muda. Di situs webnya, A|X sama sekali tidak disinggung mengenai hubungan antara desain kaus yang dibuat dalam tiga warna dasar (hitam, putih, dan biru tua) tersebut dan lambang Negara Republik Indonesia.
Sekali lagi Indonesia kebobolan, saya cenderung menyebut dilecehkan. Tanpa babibu,
Armani langsung main tempel aja lambang negara kita. Kalau Armani sudah berani
memanfaatkan lambang negara kita, seharusnya kita juga bisa berbuat sama. Bagaimana
kita memanfaatkan moment ini untuk lebih memperkenalkan negara Indonesia di mata
dunia internasional (khususnya anak mudanya).
Indonesia bukan baru kemarin, atau 50 tahun yang lalu dekat dengan burung garuda ini.
Bangsa Indonesia memiliki mitology yang erat dengan burung elang ini. Mulai terlukis
di candi-candi Dieng, Prambanan, Penataran, Mendut, sampai pada cerita-cerita klasik terdapat cerita tentang burung ini.
Jadi seharusnya yang memiliki kaus ini bukan Armani, tapi Amir, Amin, atau Agung yang asli dari Bandung, Jogya, atau Bali.

